Hari Pertama Kerja

Eh.. Ya ampuuun ternyta bisa posting lewat HP juga ya.. *baru nyadar nih.. Tau gitu udah posting dari dulu dulu.. :O
Dah lupa kan nih, mau crita apa.. Ah! Crita pengalaman pertama kerja aja kali ya.. :-P
Jadi teman-teman, sekarang saya sudah bekerja (akhirnyaaaa….tepuk tangan sodara sodara ^0^) tepatnya per tanggal 2 januari kemarin..
image Setelah menimang dan memutuskan dengan teramat berat(?), mempertimbangkan segala aspek, akhirny saya mengambil pekerjaan yang di Solo..
Saya bekerja di sebuah perusahaan lokal d Solo yang bergerak di bidang ekspor garmen.. Sebagai supervisor produksi.. Alhamdulillah ya.. ^_^
Tau enggak? Hari pertama kerja saya pingsan loh! *kog malah bangga sih phex? (yaa itung itung ini adalah jalan pintas utk menjadi lekas terkenal di kantor baru Anda, wkwkwkwk)
Mungkin karena kaget kali ya.. Sudah berbulan-bulan tidak beraktivitas berat & hanya malas malasan.. Tiba-tiba harus berdiri & berjalan lamaaa.. Ditambah lagi, malam sebelumnya tidak bisa tidur.. Istilah jawanya “sepaneng”, senewen hari pertama masuk kerja.. Juga karena dehidrasi.. Hehe kompleks amat yak..
Dan tahukah Anda? Ini adalah pertama kalinya saya pingsan dalam seumur hidup saya! Parah banget ya..
Esoknya…hampir ketika saya bertemu orang kantor, saya ditanyai

kamu kemarin pingsan kenapa?

kamu yang kemarin pingsan ya?

Duh.. Malu malu gimana gitu.. Ternyata gini toh rasanya jadi orang terkenal? (.^_^.)

Statistik Micu

Uba Makan Roti

Hmmm, lagi-lagi bikin postingan aneh.. Ya, sepertinya memang itulah hobi saya.. Oke deh supaya tema kali ini gak out of topic langsung aja to the point ya, gak pake basa-basi..

Post ini bermaksud menceritakan detail jumlah (mmm, sebenernya gak cuman jumlah sih, tapi gapapa deh.. anggep aja gitu.. hihihi) Micu saya.. Yaitu sbb:

1. Micu yang hilang :
-syria : 3*
-tiger : 4
*lihat: in memoriam of micu i

2. Micu yang mati :
-syria : 2 (1 karena flu*, 1 tanpa sebab yg jelas)
-tiger : +-11 (1 karena berkelahi, 2 karena dimakan kucing, +-8 tanpa sebab yg jelas)
*lihat in memoriam of micu ii

3. Micu yang dijual :
-syria : 2
-tiger : 2

4. Micu yang diberi orang :
-syria : 1 (dari sodara di Kendal)
-tiger : 1 (dari Yanti)

5. Micu yang beli :
-syria : 3 (1 jantan, 2 betina)
-tiger : 1 (betina)

6. Micu yang dikasih ke orang :
-syria : 0
-tiger : 9 (2 ke Bayus, 2 ke Dewi, 3 ke Samuel, 2 ke tetangga sebelah)
*ada yang berminat? ^_^

7. Micu yang dibeli tetangga :
-syria : 0
-tiger : 4

8. Micu yang ada sekarang :
-syria : 2 (betina semua, 1 namanya Uba, 1 namanya Kicrit)
-tiger : 5 (yang 3 namanya sylvia, adul, & radit, yang 2 namanya pak’e & mbok’e)
-baby tiger : 7

9. Micu yang paling gendut :
-syria : Uba
-tiger : hmmm, semuanya gendut kecuali pak’e

10. Makanan kesukaan Micu :
-syria : kuaci, jagung, sawi sendok
-tiger : kuaci
*tambahan : biskuit & segala yang dimakan majikannya mereka juga suka, apalagi yg keju

Catatan:
Micu di sini adalah hewan piaraan saya, yaitu hamster.. ^_^

Status Baru Saya : Jobseeker B-)

Wahhhh udah lama gak nulis di sini ya??? Kangen aku… ^_^ hihihihi.. Oktober terlewati tanpa new post di sini, hmmm sayang sekali.. Tapi apa boleh buat..

Jadi begini, teman-teman sekalian.. Sekarang status saya adalah jobseeker sukses (hihihi aneh banget ya), sebagai jobseeker sukses sebulan kemarin saya mendapat beberapa panggilan tes.. Alhamdulillah ya.. Walhasil saya kerap kali bepergian keluar kota : Jogja (mostly), kemarin sempet ke Salatiga juga (menghadiri jobfair UKSW).. Blog dan segala urusan dunia maya pun akhirnya terlantar..

jobseeker yang (nantinya, insya Alloh) sukses.. hehehe,, amin.. ^^

Kemarin saya sempat iseng googling nama saya sendiri, ternyata hasilnya banyak yang berupa panggilan tes kerja.. Sudah touring kesana kemari juga, ironisnya belum ada yg nyantol.. Xixixixixi.. Tapi yaaa bagi saya tetep banyak-banyak alhamdulillah.. Namanya juga usaha, daripada cuman nunggu durian jatuh di rumah, ya kan? (mana gak punya pohon durian pula, nah lho, duriannya siapa yang mau diharapkan jatuh nih? :-P )

Suatu hari selepas saya menjalani interview di kampus sendiri, saya bertemu dengan dosen saya (pembimbing skripsi, red.).. Dari pertemuan tersebut saya mendapat wejangan yang “menyadarkan” dan insya Alloh membangun sesuatu yang positif jika direnungi dalam-dalam..

Jadi ceritanya saya ditanya “sudah daftar dimana saja Phex?” (ya, ya, dosen-dosen memang memanggil saya ‘Phex’ seperti saya sudah teman sendiri.. Hihihi.. Tapi hal itu mengakrabkan dan saya suka itu..)

Saya jawab “sudah daftar di sini Pak.. Tapi gagal di tahap ini.. Terus di sini juga, tapi gagal di tahap ini, dst (menyebutkan beberapa nama perusahaan).. Kog saya gagal terus ini gimana ya Pak? (dengan nada setengah frustasi)”

Kemudian beliau memberi wejangan:

Jangan kuatir Phex.. Alloh itu sudah menjanjikan pada umatnya “segala yang melata di bumi ini sudah Aku tetapkan rezekinya masing-masing (maaf kalau kata-katanya salah, intinya ayat yang seperti itu lah.. Maklum, awam agama)” jadi jangan takut gak kebagian rezeki.. Kalau sudah rezekimu nanti pasti dapat kog.. Seperti mancing itu lho Phex, yang penting kita udah lempar kailnya, ikan mana yang nyantol itu kita tinggal tunggu aja.. Yang penting terus berusaha ya Phex, jangan putus asa..

Setelah itu langsung “cling!“seperti mendapat spirit baru (meskipun selama ini usaha saya juga tak putus, tapi mungkin rasa cemas terkadang muncul).. Hmmm, pertemuan singkat (antara gedung 3 ke gedung 1) tapi membawa perubahan besar.. Alhamdulillah hati ini masih dibukakan oleh Alloh terhadap pencerahan-pencerahan yang datang..

Jadi kawan-kawanku semua (terutama yang saat ini berstatus sebagai jobseeker juga, hihihi), jangan putus asa ya! Cemas itu wajar, sebagai manusia.. Tapi kadang kita perlu diingatkan, kalau rezeki Alloh itu ada dimana-mana, jika ia berjodoh dengan kita pasti kita dapat kog.. :)

Nb.
Satu lagi “pencerahan” dari teman saya (yang di lain waktu saya ajak sharing mengenai hal yang sama), banyak-banyaklah bersedekah.. Bersedekah akan membukakan pintu-pintu kemudahan dari Alloh.. Tapi tentu saja jangan lantas bersedekah dengan niat “agar diterima bekerja di perusahaan ini ini ini” lho yaa… :D
Semoga sedikit tulisan dari saya dapat berguna bagi banyak orang.. Amiiin..

Nb lagi.
Suatu saat beberapa teman berkunjung ke rumah.. Kita ngobrol banyaaak tentang hal ini (padahal mereka belum lulus, hehe.. semoga mereka lekas menyusul kami yang telah lulus, amiiin).. Ada nasihat bagus yang saya suka dari percakapan tersebut, yaitu seperti ini:
Cari rejeki (pekerjaan, red) itu seperti orang cari minyak (dari dalam perut bumi).. Ada yang beruntung, sekali gali langsung mengucur(?) minyaknya, ada yang harus 5 kali gali, ada yang harus 10 kali.. Kalau minyak yang kamu gali belum keluar, terus gali lebih dalam lagi.. Jangan menyerah pada galian(?) kesepuluh, karena mungkin saja pada galian kesebelas minyaknya akan keluar..
*maaf kalau deskripsinya agak aneh, ya kira-kira begitu lah bunyinya.. ^_^

Mudik Tahun Ketiga

Pagi Hari di Boom

Sebenarnya waktu perjalanan berangkat, hal ini sempat masih menjadi perdebatan antara saya dan Bapak saya, yaitu apakah tahun ini merupakan mudik pakai mobil pribadi untuk ketiga kalinya atau sudah keempat kalinya?? Hmmm, hehe rada gak penting sih ya.. Tapi berhubung saya adalah sopir-nya, Bapak manut saya ya.. ^0^

Tahun ini kami mudik H-1, yang juga merupakan hari ketiga dimulainya libur lebaran.. Keuntungan buat kami karena jalan relatif lancar, berhubung puncak arus mudik terjadi Hari Jumat-nya (hari pertama libur lebaran adalah hari Sabtu).. Tapi hal ini membuat saya sedikit deg-deg ser juga, karena jalanan lurus & sepi dihias dengan matahari cerah, pemandangan indah, dan angin berhembus lembut (?) menjadikan saya terlena alias liyer-liyer mengantuk,, apalagi malamnya kurang tidur gara-gara nonton GUMIHO (gubrak!) hehe maklum kalo udah ngumpul & menginap di rumah teman suka lupa daratan.. Namun saya tetap bertahan hingga akhir, karena saya sedang membawa dan bertanggung jawab pada nyawa orang-orang yang sangat saya cintai.. :’)

Happy Family

Awalnya kami berencana di Tuban hanya waktu Hari Raya yaitu tanggal 1 dan 2 syawal (tapi memang terlaksana dink).. Hanya, kegiatan yang sedianya ingin dilaksanakan (silaturahmi, red) sedikit berantakan.. Hal ini dikarenakan ke-BinekaTunggalIka-an kita yang sangat kental.. Saya dan saudara-saudara merayakan lebaran berbeda-beda (ada yang tanggal 30 Agustus, ada yang tanggal 31 Agustus)..

Saya sendiri waktu itu lebaran tanggal 30 Agustus (karena udah nawaitu dari rumah juga tanggal 30 lebaran, hehe) Pakde dan Om saya juga tanggal 30.. Sementara nenek saya dan salah satu Om saya tanggal 31 mengikuti pemerintah..

Jadilah, hari pertama itu belum begitu terasa lebarannya.. Hanya di rumah saja, karena masyarakat di Tuban sebagian besar baru merayakan lebaran esok hari, jadi kalo mau pergi-pergi rasanya gak enak sama yang masih puasa..

Wisata Boom Tuban

Nah keesokan harinya, pada waktu masyarakat menunaikan sholat Idul Fitri, saya sekeluarga pergi ke salah satu tempat wisata di Tuban, yaitu Boom.. Boom ini merupakan semenanjung buatan.. Untuk masuk ke sana tiketnya rata-rata Rp 1.500,00 (lihat foto). Namun karena masih pagi & masih sepi (kami sekeluarga ke sana pukul 5.30 pagi), jadi setelah Ibu saya lobi-lobi dikit akhirnya kami berempat masuk dengan hanya membayar 5.000 rupiah.. Heheheeee..

Tempat tersebut lumayan bersih dan rapi.. Yang agak disayangkan, justru laut & pantainya yang relatif banyak sampah (terutama di pantai sekitar pemukiman penduduk yang mepet laut).. Meskipun hal ini tidak secara langsung mempengaruhi tempat wisata Boom, tapi tetap saja ‘mengganggu’ pemandangan.. -_-” misalkan lautnya bersih, tentunya air lautnya akan lebih jernih & mempercantik pemandangan.. hmmm we wish..

Pancuran (judulnya jelek banget ik)

Terlepas dari kedaan laut, pagi hari di sana cukup menyenangkan.. Mungkin akan lebih menyenangkan lagi apabila kami berhasil datang lebih pagi ke tempat itu, pada saat langit masih gelap (maklum, ada insiden kebablasan di jalan searah)..

Saya sendiri memang suka tempat dimana saya bisa memandang langit yang luas.. Dan tempat ini pas sekali untuk itu, berasa di tengah laut, tapi kaki masih berpijak di daratan dan pemandangan di ‘daratan’nya juga bagus.. (hehe ngomong apa sih Phex?)

Berikut foto-foto selama di sana:

di ujung semenanjung..

the sky is good

:)

Love This Moment

Bagus bukan, suasana pagi hari di sana?? Karena tidak berhasil mendapat moment langit fajar yang kemerah-merahan, maka sorenya karena penasaran saya ke sana lagi bersama Adek.. Ternyata harga tiket sudah berubah menjadi Rp 2.000,00 per orang.. hmmm, cepet amat berubahnya.. -_-”

Senja di Tepi Pantai

Plus parkir motor yang saya menyerahkan Rp 2.000,00 tidak mendapat kembalian.. Hufff.. Sabar.. Padahal pagi harinya kami ke sana dengan mobil, waktu parkir hanya membayar Rp 1.000,00 lho.. :-o

Suasana sore di sana cukup ramai (waktu itu menjelang magrib), tidak seperti tadi pagi dimana hanya kami berempat dan sekitar 3 orang pengunjung lain.. Sebagian lampu sudah menyala, dan tak berapa lama kemudian adzan magrib berkumandang di masjid besar kota Tuban (lokasi Boom hanya beberapa langkah dari masjid besar, bisa dibilang hampir berhadapan, hanya tinggal menyeberang jalan)..

Oiya, sore hari di depan tempat wisata Boom ini terdapat pasar sore yang cukup ramai dikunjungi masyarakat.. Beraneka macam barang dijual mulai dari baju, sandal, kacamata, mainan anak-anak, dll.. Saya ingat beberapa tahun yang lalu (ketika saya masih SD) saya diajak Ibu ke pasar sore dan waktu itu dibelikan sepatu sandal berwarna coklat.. Selain pasar sore ini, di depan masjid besar kota Tuban (yang merupakan alun-alun kota) selalu ramai pada sore hingga malam hari, biasanya banyak yang berjualan serupa di pasar sore ini, namun suasananya saya nilai lebih bagus di alun-alun karena berhiaskan rumput dan lampu taman dengan pemandangan masjid yang megah.. :)

Senja di Laut

Saya dan adik saya kemarin tidak sempat mampir melihat-lihat pasar sore tersebut lebih lanjut, karena akan ada acara keluarga.. Jadi tidak bisa bercerita di kisaran berapa harga barang-barang di sana.. :(

Satu hal yang paling saya sayangkan dari kunjungan kedua saya di Boom, yaitu tujuan utama saya sedikit tidak terpuaskan karena menurut saya langit senja hari itu yang kurang luar biasa (saya pernah dapat langit senja yang menurut saya luar biasa di depan klenteng Tuban yang sama-sma terletak di tepi pantai Laut Jawa – see MudikYuuk!)..

At all, mau datang pagi atau sore, sama-sama bagusnya kog.. Semua sudah saya berikan ilustrasinya, kalau datang pagi masih sepi (tapi mungkin juga masih ngantuk hehe) kalau datang sore sudah banyak orang (tapi mepet waktu magrib).. Sama-sama bagusnya buat mengambil foto..

In the end, itulah pengalaman saya mudik lebaran kemarin ke Tuban.. Sengaja saya share karena mungkin masih sedikit yang tau tentang Tuban.. Harapan saya, semoga tulisan ini bisa bermanfaat menjadi panduan wisata Anda.. ^^

Ngelantur – Mengenang Masa Lalu & Mengkhayal Masa Depan

Teman-teman maya sekalian, saya ingin berbagi sesuatu ^^ (meskipun sudah rada telat siy, hehe).. Dua minggu kemarin, saya sidang skripsi.. Ada yang menyebutnya pendadaran, hmmm tapi saya gak tau bedanya apa, hihihihi.. Yang jelas, sekeluarnya seorang mahasiswa dari ruangan (yang biasanya) kecil setelah kurang lebih 2 jam menghadapi “serbuan” pertanyaan dari dosen-dosen penguji (bahkan pembimbing pun bisa tiba-tiba berubah jadi penguji -_-’), mahasiswa tersebut sudah dinyatakan LULUS.. Begitu pun saya pada hari itu, Rabu 13 Juli 2011 sekitar jam 15.00 tepatnya ketika adzan Ashar berkumandang, saya keluar dari Ruang Sidang Jurusan dan telah bergelar ST (Sudah Tamat, hehehe).. Alhamdulillah..

Meskipun ‘konon’ akan ada beban ketika menyandang gelar baru tersebut, tapi entah karena saya cuek atau apa, saya merasa biasa aja.. Bahkan ketika dosen saya menasihati bahwa sekeluarnya saya dari ruangan itu tidak akan sama lagi dengan teman-teman mahasiswa tapi toh esoknya saya tetap tampil “tabrak warna” selayaknya anak SMP (hehe, sebenernya sih agak gak nyambung antara ST dengan baju tabrak warna, tapi gapapa lah).. ^^v

Eh eh, tunggu dulu! Sebenernya inti postingan ini bukan tentang kelulusannya lho.. Tapi justru sebaliknya.. Tepat seminggu sebelum sidang itu, saya ingat pernah mengirim sms seperti ini pada pacar saya “hanya saja, semuanya kini terasa terlalu cepat“.. Dan mesin waktu dalam benak saya pun berputar kembali, 4 tahun yang lalu..

Saya bahkan masih ingat, bahwa saya masuk universitas tempat saya kuliah ini dengan setengah hati, bahkan mungkin juga dengan setengah restu orang tua (karena harus menolak universitas yang satunya.. Alhamdulillah saya sempat diterima di 2 universitas).. Diiringi air mata dan sms dari ibu saya yang (mungkin) khawatir saya akan bunuh diri (wew, hahaha) pada hari terakhir daftar ulang universitas yang saya tolak tersebut.. Akhirnya di sinilah saya sekarang, inilah jawaban yang saya peroleh dari Alloh, dan bismillah ini adalah yang terbaik untuk saya.. Dan sekarang tiba-iba “cling!” sayaSudah Tamat!

By the way, sebenernya niat awal posting ini saya mau berbagi tips saat akan ujian masuk universitas lho (gubrak!! jauh banget ya melencengnya.. hehehe), kog malah jadi ngelantur gini ya? hehehehe.. ^^”

Tapi yasudah deh, karena sudah terlanjur jauh ngelanturnya, maka tips saat akan ujian masuk universitasnya saya bagi kapan-kapan aja deh, kali ini sekalian aja ngelanturnya..

Tepat kemarin, Minggu 24 Juli, saya hang out berdua sahabat saya (sahabat dari SMP sampai kuliah ini).. Tujuannya untuk sekedar berbagi sembari kuliner, maklum karena berbeda jurusan meskipun kami berdua satu kampus tapi jarang sekali bertemu di kampus.. Sudah agak lama tidak berbagi dari hati ke hati..

Nah, sore itu (jam 4 sampai jam 9 malam nonstop!! wew..) kami berdua yang sama-sama Sudah Tamat, berbagi banyak hal.. Dari mengenang masa lalu, ketika masih kinyis-kinyis awal masuk kuliah, hingga kini obrolan & rencana kita telah merambah kepada karir impian vs. realita kita sebagai wanita, dan bahkan telah merambah pada ranah rumah tangga..Wow! Gak kebayang ya..

Tiba-tiba teringat sewaktu kecil, saya selalu saja ingin supaya cepat besar, cepat bisa dandan, cepat bisa meraih cita-cita saya sebagai penyanyi (hihihi), punya anak, dll.. Sekarang, tiba-tiba semua itu sudah selangkah di depan mata (kecuali yang “penyanyi” itu, huhuhu).. Terkadang, ada ketakutan-ketakutan yang muncul dalam diri, tentang ketidaksiapan secara emosional, ketidaksiapan untuk menjalani hidup yang ‘sebenarnya‘ (sewaktu kecil entah kenapa saya sudah berpikir bahwa selama masih di bawah ketiak orang tua kita belum menghadapi hidup yang sebenarnya, bahwa hidup yang sebenarnya itu susah, dan bahwa dunia luar itu mungkin kejam.. dan kini saya mengatakan ya! pemikiran saya sewaktu kecil itu memang benar adanya), ketidaksiapan menjadi tua, ketidaksiapan ditinggalkan orang-orang terdekat, bahkan lebih jauh lagi ketidaksiapan jika sewaktu-waktu kita dipanggil untuk menghadap-Nya..

Wah, semakin ngelantur saja nih, sepertinya harus di-cut sampai di sini saja.. Kesimpulan kali ini adalah : It’s amazing to realize how fast time can run!

Judulnya Apa ya?? (belum ada ide)

Hmmm,, udah lama ya gak posting di sini.. Hihihhi.. Bukannya gak ada ide mau nulis apa (btw, gak sinkron banget ya sama judulnya, wkwkw), sebenernya sih buanyaaaak banget ide di kepala.. Setiap melakukan apa(?), sering timbul pemikiran yang sampai mana-mana(??).. *kebiasaan aneh saya.. Misal waktu mau parkir motor, timbul pemikiran tentang ide sistem parkir.. Waktu melihat Micu melakukan kebodohan,timbul keinginan pengen cerita di blog.. dll, dst..

Namun apa daya, akhir-akhir ini ngidupin laptop aja malesnya gak ketulungan.. Mungkin ini efek-efek skripsi, kalo ngidupin laptop jari bergerak dengan otomatis membuka folder F:/NOPHEX/MatKul/PREPARING TO TA/draft-phex-draft/seminar/revisiyyy dst (panjang banget ya? hihhihihi).. *tapi ternyata sindrom jari otomatis itu tidak hanya menimpa saya, melainkan teman-teman lain yang sedang skripsi, dahsyat banget ya efek skripsi,, perasaan tiap hari (eh, enggak dink) dikerjain tapi gak kelar-kelar.. ^^v

Oke, kembali ke topik.. Jadi (tau-tau langsung ‘jadi’), karena kemalasan itulah, ide-ide menguap sia-sia alias beberapa waktu kemudian sudah tidak ingat mau nulis apa.. Kebanyakan juga sih yang mau ditulis, dibandingkan dengan memori otak yang terbatas, gitu deh, hehehe..

Disamping itu, mau connect internet juga malas.. Sekarang saya pakai harian loh.. Kalau diitung-itung lebih irit (bagi pemakai yang tidak tetap seperti saya).. Sayang kan, kalo pakai bulanan, tapi banyak nganggurnya.. Istilah akademisnya “gak efisien” itu namanya.. Wokwokwok.. (tertawa kodok, red)

Oke, begitulah saudara-saudara.. Postingan ini dibuat untuk mengobati rasa kangen karena kevakuman posting selama ini.. :D

*nulisnya sambil keburu-buru, mau ikut jobfair soalnya (tdk penting utk diceritakan, nophex)..

In Memoriam Of Micu (II).. :’(

Hmmm, sepertinya saya punya piaraan kog berakhir dengan sad ending terus gini ya? oke deh, saya ceritain dulu the happy part-nya deh.. Biar ada ‘sejarah’nya yang baik-baik gitu..

Baby Hamster

Baby Micu (tapi ini bukan yang Jenis Syria, ga tau jenis apa tapi kata yang jual sih ini jenis Tiger)

Beberapa bulan terakhir ini saya piara hamster (baca : Memorian Of Micu part I).. Setelah beberapa hamster ilang (eh, nggak dink.. cuman dua kog.. ^^v) akhirnya hamster saya pun beranak.. :D

Dua jenis hamster saya sama-sama beranak 6 ekor dalam tenggat waktu yang tidak jauh berbeda.. Nah, seterusnya di sini saya akan cerita yang jenis Syria..

Dia beranak 6.. Tapi yang tersisa hanya 3, karena dimakan emaknya.. Huhuhu.. Ini karena di kandangnya ada rumah-rumahan & dia ngumpetin anaknya di situ jadi tidak terpantau.. :(

Oke, 3 yang tersisa tumbuh dengan baik sampai berbulu.. Emaknya warna hitam-putih, Bapaknya warna Coklat-Putih, saya bertanya-tanya penasaran kira-kira warna anaknya nanti bakalan apa aja ya?? Ternyata 2 hitam-putih seperti emaknya dan satu lagi coklat-putih kayak bapaknya.. Gak pariatip banget ya.. -_-”

Baby Micu Coklat, tidur di tanganku.. :)

Nah, berhubung Bapaknya (yang coklat-putih) hilang, maka otomatis saya mengistimewakan si anak yang coklat-putih tadi karena warnanya beda siy.. Micu coklat ini punya hobi yang unik, yaitu gigit-gigit resleting bantal.. Hihihihi.. Kadang-kadang sampai pantatnya monyol-monyol(?) gitu pas gigit-gigit, lucu banget pokoknya..

Saya suka gemes dengan Micu coklat ini, jadi dia sering saya pegang-pegang & saya poto-poto.. Matanya lentik.. Cantik pokoknya (awalnya saya kira betina, tapi ternyata jantan).. Lihat aja tu, banyak banget foto dia. Tapi mungkin inilah awal dari sakitnya Micu.. :(

Micu coklat & Micu item-putih tidur..

Nah, suatu saat saya akan berangkat ke kampus.. Saya ‘berpamitan’ pada si Micu coklat & saya pegang dia.. Tiba-tiba saya mendengar sesuatu yang tidak biasa, nafasnya rada berat & seperti bersin-bersin juga..

Kamu kenapa Cu?? Duh… :(

Sampai-sampai rencana keberangkatan saya ke kampus tertunda.. Saya bingung & tidak tau harus diapain, karena ini pertama kalinya ada kejadian Micu seperti ini.. Kata Ibu “dia flu mungkin?” tapi saya pikir masa’ iya sih bisa flu? Dilanjutkan dengan percakapan “Dikasi obat flu ya?” kata Ibu, yang saya jawab “jangaaaaan, nanti kalo malah mati gimanaaa??”..

icu Coklat dan saudara-saudaranya..

Karena tidak tau kenapa dan harus ngapain, maka saya lepas Micu di kamar dan dia langsung ke sudut ruang di belakang meja belajar.. Saya lihat dia seperti merasa comfort di situ jadi saya tinggal ke kampus.. Waktu itu saya ingat, hari Senin..

Malamnya, dia tidur di kamar saya, masih di tempat yang sama di pojok ruangan.. Saya beri tissue yang banyak supaya tidak kedinginan.. Dan sepertinya dia senang.. Tapi ternyata, dia bersin-bersin semakin parah, saya sampai terbangun saat tidur malam itu, gak tega rasanya dengerin dia seperti itu.. :’(

Besoknya, dia diberi minum obat flu oleh Ibu.. Tiga kali sehari, dengan dosis yang dikira-kira sendiri.. Tapi sampai malam tidak ada perubahan.. Kemudian Ibu mengingatkan saya “coba kamu cari di internet, sebenernya dia kenapa”..

Oh iya! Kenapa gak kepikiran ya?? Bodoh banget aku…

Micu Coklat dan saudara-saudara (tampak atas)

Akhirnya saya cari di internet dan ternyata memang benar dia terkena flu.. Tanda-tandanya adalah : bersin-bersin, nafas berat, mata tertutup sebelah, hidung basah, dan suka menyendiri di sudut kandang.. Semuanya tepat! :’(

Kemudian saya cari penangannya.. Katanya disuruh memisahkan dengan hamster lain supaya tidak ketularan.. Lalu ditaruh di dekat lampu supaya hangat & diberi serbuk kayu & kuaci yang banyak.. Dengan begitu keadaannya akan membaik.. Oke! I’ll do it! Tapi dua hari tidak kunjung ada perubahan.. Saya kembali mencari alternatif penangannya di internet..

Salah satu sumber mengatakan agar diberi antibiotik “erythrocin”, bisa menyembuhkan flu yang parah.. Dan harus antibiotik itu karena hamster sensitif terhadap antibiotik, kalau bukan itu bisa-bisa nanti mati.. Tapi sayang sekali tidak disebutkan seberapa dosisnya juga apakah harus disertai obat flu atau jangan, sementara di kota saya, saya tidak tau apakah ada dokter hewan atau tidak.. :’(

Micu tidur lucu banget! :D

Akhirnya siang itu juga saya mencari obat tersebut di apotek dekat rumah.. Namun, ternyata tidak ada, adanya “erythromicin”.. Saya ragu.. Akhirnya saya coba cari di apotek lain, hingga tiga apotek besar dan semuanya sama..

Tapi ada setitik cerah di apotek terakhir, apotekernya bilang kalau di obat erythromicin itu isinya ya erythrocin.. Yasudah, akhirnya saya beli 5 kapsul..

Bingung dengan dosisnya, akhirnya saya putuskan satu kapsul untuk 1 hari alias 3 kali minum.. Cara meminumkannya adalah dengan disuapi paksa (^^v), menggunakan dot minumnya.. Berhubung satu hari terakhir Micu-Coklat tidak mau makan (sudah saya coba berbagai makanan mulai dari toge, oyong, kuaci), maka obat tersebut diminumkan bersama dengan susu dan madu..

Saya masih ingat, saya beli obat tersebut pada Sabtu malam.. Metode seperti itu berjalan 2 hari.. Dan tidak ada kemajuan.. Badannya menjadi kurus kering karena tidak mau makan.. Sedih banget ngeliatnya.. :’(

Tidur yang aneh..

Hingga pada hari ketiga, waktu itu saya sedang berada di kampus tiba-tiba dapat SMS dari Ibuk yang isinya kira-kira begini :

Alhamdulillahmicu dah mau makan toge n ceme (oyong, red). Ni baru megang ceme.

Betapa senangnya saya waktu itu, sampai-sampai SMS tersebut saya tunjukkan ke teman-teman sambil setengah teriak “Micu dah mau makan! Micu dah mau makan!”.. Mungkin dalam hati teman-teman saya bingung ‘kenapa sih ni anak?‘ hehehehe..

Tapi keadaan bahagia itu tidak berlangsung lama.. Hari Kamis malam, Micu Coklat kembali ‘melemah’.. Hanya tiduran saja.. Padahal sebelumnya begitu dilepas, dia akan lari kemana-mana (meskipun larinya tidak secepat Micu normal)..

Micu Coklat - dua hari awal sakit :'(

Hari itu, Ibu yang biasanya meminumkan obat (saya terus terang tidak tega melakukan pekerjaan itu, hanya melihat Ibu meminumkan obat padanya saja saya menangis.. Saya biasanya yang menyiapkan alat dan bahan, serta mencuci dot-nya setiap kali habis digunakan..) sudah tidak tega meminumkannya..

Tiap kali diberi obat, dia meronta-ronta & menampik dot dengan tangannya, tapi hari itu dia sudah ‘pasrah’, mungkin sudah tidak punya tenaga untuk melawan.. Ibu jadi tidak tega meminumkan obat, takut malah menyakiti & membuat dia menderita.. :’( :’(

Akhirnya, hari Jumat Ibu hanya memberi obat paginya.. Saya ingat pagi itu saya di SMS oleh Adik menanyakan keberadaan dot minum.. Waktu itu posisi saya sedang di kampus, teman saya pada hari sebelumnya ‘memesan’ Micu yang jenis satunya (karena induknya beranak lagi, jadi saya punya banyaaaak) jadi hari itu saya mengantar sepasang Micu jenis Tiger untuk teman saya itu..

Kondisi Micu Coklat ketika sakit.. :'(

Sedikit intermezo, sebenarnya awalnya saya hampir menangis waktu menyerahkan sepasang Micu itu (Micu jantan itu kesayangan Bapak & Adik, karena gendut sekali, hehe), di rumah waktu akan saya bawa sebelumnya saya minta keluarga untuk say goodbye dulu pada sepasang Micu itu.. Udah kayak bagian dari keluarga deh pokoknya..

Tapi waktu perjalanan pulang dari kampus, saya sudah ikhlas.. Dan entah kenapa, saya berkata pada diri saya sendiri saat itu “kamu bisa mengikhlaskan sepasang Micu Abu-abu itu, kamu juga harus bisa mengikhlaskan Micu coklat bila nanti memang sudah tidak bisa tertolong“..

Entah kenapa, rasanya seperti firasat.. Terlebih lagi mengingat kenyataan kondisi terakhir Micu Coklat yang sudah semakin parah.. Dan benar saja.. Ketika saya sampai di rumah (waktu itu Ashar), saya diberitahu Bapak jika Micu Coklat sudah mati, baru saja.. :’( :’(

You've Been So Much Nice for Me All Your Life.. :'(

Duh, sedih rasanya.. Dan saya pun langsung menangis, mengingat semua hal yang telah saya lalui bersamanya(?).. Bagaimana pun juga, dia adalah favorit saya.. Namun, semua ini pasti yang terbaik.. Jika terus di sini, dia pasti akan semakin menderita.. Kemarin (17/6) tepat seminggu kepergian Micu Coklat, dan hingga hari ini saya masih menangis jika melihat foto-fotonya.. Bisa Anda bayangkan betapa berat bagi saya menulis ini, untuk mengenangnya.. :’(

Selamat tinggal Micu Coklat.. Semoga kamu mendapat yang terbaik di sana.. You’ve shown me how it feels to have a favourite.. I love you very much.. :’( :’(

Invisible

Sometimes I wonder how it feels to be unseen..

Is everything gonna be better? Or time’s gonna run slower?

Because life’s no longer friendly..

*

I need someone to run to, but I don’t know to whom I should..

People are everywhere around me, but it’s like I don’t have one who really are..

Maybe I am alone, just alone..

Or maybe this is the consequences of being invisible..

Jagong..

Post kali ini akan dibuka dengan pertanyaan : “ini lagi musim kawin yak?” (mau donk ikutaaan… hwehehehe.. ^^v)

Hari ini, keluarga kami mendapat undangan pernikahan salah seorang kerabat lama dari Ayah, yang kebetulan juga merupakan teman sekantor ayah (baik Ayah dan Ibu si pengantin perempuan).. Jadi, ayahnya si pengantin perempuan itu adalah adik dari istrinya kakak sepupu ayah saya (nah lho, gimana ya itu? hihihi)..

Satu lagi, kebetulan dulu ayah saya dan kakak sepupunya tinggal di satu kampung, jadi para tamu undangan tadi sebagian besar sudah kenal dengan baik (yang kenal ayah dan ibu saya lho, saya mah jangan ditanya, hehehe).. Hubungan antara ayah & saudara-saudara kandungnya dengan ayah si mempelai perempuan cukup baik, sampai-sampai kami kenal saudara-saudara si ayah tersebut..

Singkat cerita, pesta diadakan di salah satu hotel di Jalan Slamet Riyadi Solo.. Awalnya berjalan biasa saja.. Begitu masuk, disambut among tamu yang merupakan saudara-saudara kandung ayah si mempelai perempuan yang nampaknya sudah lama sekali tidak bertemu dengan kami.. Ibu saya sempat pangling (bahasa Indonesianya apa ya? O_o”) tapi ayah saya tidak, dst.. Kemudian sisanya kami duduk & makan sambil menikmati musik, selayaknya jagong di kawinan biasanya..

Nah, di akhir acara, ketika perta sudah hampir selesai dan para tamu sudah mulai pulang satu-satu, kami (ayah, ibu, saya, Bude, Bulik, Paklik) menuju ruang utama untuk para keluarga dan besan (sebelumnya, kami duduk di tenda luar).. Jadilah, kami seperti reuni keluarga.. Saya mah cuman ikut salaman saja sambil senyum-senyum sendiri(?) karena saya tidak begitu kenal dengan mereka, justru mereka yang mengenali saya (hwahahahaha sekali-sekali narsis dikit di blog sendiri boleh donk).. Nah ini komentar mereka :

Lho, ini anaknya Pak Batin to?

Duh, anakmu udah perawan ya, nggak kerasa..

Eh, ini Novi ya? Yang dulu suka makan es itu??

Kamu tu dari dulu kog gak gemuk-gemuk sih Vi??

Weh? Iya to? Saya suka makan es? Berarti ini udah bakat dari kecil ya.. Hahahaha.. Saya sama sekali tidak ingat peristiwa itu.. Tapi begitu saya konfirmasi pada Ibuk, kata Ibuk memang iya, dulu waktu saya kecil suka makan es, bukan es buah atau es krim atau apa melainkan es batu pure tanpa ditambah apa-apa, dikunyah-kunyah sampai bunyi “krauk krauk”, dan digenggam dengan erat tanpa merasa dingin.. Hmmm.. Ini salah satu kebiasaan aneh saya.. -_-

Setelah itu, dan yang merupakan hal inti yang ingin saya sampaikan di post ini, adalah perkataan teman-teman ayah & saudara-saudara jauh tersebut, yaitu :

Wah, setelah ini giliran Pak Batin yang mantu (punya menantu, red) nih..

Lha kamu kapan nyusul Mbak Luki (mempelai perempuan, red), Vi??

Kapan nih? Nanti saya jangan lupa diundang ya Mbak (berbicara dengan Ibu saya, red)..

Hooo… Kadang saya seperti baru tersadar : ternyata saya sudah besar ya..  -_- padahal baru saja diingatkan tentang masa kecil saya yang suka makan es, makan pines (paku payung, red), dll.. Lha kog pertanyaan selanjutnya nanyain kapan saya nikah.. =_=

Memang sih, notabene memang sudah gilirannya saya.. Seperti jika ada dua perempuan bersaudara dan kakaknya sudah menikah, pasti pertanyaan selanjutnya akan menjurus pada kapan rencana si adik menyusul kakanya (nikah, red) secara otomatis.. Si mempelai perempuan umurnya memang tidak terpaut jauh dengan saya.. Kalau tidak salah terpaut 3 tahun.. Yaaa,, wajar jadinya kalau saya ditanyain kapan nyusul..

Jawaban saya???

=*didoain saja ya Pak, Bu, Mbah, Mbak, Mas, dan semuanya.. Semoga secepatnya bisa nyusul (wuzz??)*=

Yup, Amiiin.. Amiiin.. ^^v

Pengalaman Pertama (Ikut Lomba Nasyid)

Wew? Saya? Nasyid? –> ini yang pertama kali terlintas di pikiran saya (bahkan mungkin di benak Anda ;p)

Awalnya siy, diajakin temen, namanya Elan (hahaha tanpa sensor) untuk kapan-kapan ngumpul & nasyidan.. Buat isi waktu luang, refreshing, & seneng-seneng aja.. Begitulah awalnya dia bilang sama kita-kita..

Gak taunyaaaaa….

(E) : Phex, ini ada lomba nasyid di Jogja lho..

(N) : Hoo, gitu ya El.. Yasudah, kita ketemuan dulu aja, coba latihan.. Kalo hasilnya bagus, bolehlah daftar.. Tapi kalo masih ancur, mungkin lain kali aja..

(berhubung kita baru tahap ngomong-ngomong, itu pun person-per-person, bukan semuanya ngumpul gitu.. Belum pernah latihan sama sekali & bahkan belum jelas siapa aja sebenarnya anggota tim nasyid kita)

(E) : Tapi ini udah terlanjur aku daftarin, takut keburu penuh kuotanya.. Gimana donk Phex?

(N) : *#@$//??!!

Jadilah kita ngumpul pertama kali di kosan Elan, timnya beranggotakan 5 orang yang semuanya dari Fakultas Teknik : Saya, Tiara, Elan, Mita, dan Nova (sebut merk mode on).. Semuanya adalah mahasiswi semester 8 yang notabene tengah sibuk dengan Tugas Akhirnya (dua orang dari Arsitektur, tiga dari Teknik Industri).. Meskipun terhalang perbedaan jadwal, namun latihan berjalan cukup intens (mengejar deadline, red.)..

Latihan hampir selalu dilakukan setelah jam 4 (karena Tiara sedang masuk studio arsitektur yang berakhir jam 4 tiap harinya), sementara saya sendiri sedang senang-senangnya les (english & french, masing-masing 2 kali seminggu dan semuanya sore antara jam 3 dan jam 6), dan Elan sendiri adalah orang Jogja (setiap akhir pekan kudu pulang kampung, jadi tidak bisa latihan full-day di akhir pekan)..

Namun, sesi latihan adalah “ajang menumpahkan kreativitas” bagi kami & benar-benar refreshing.. Gak cuman nyanyi aja, kami juga nggosip, nonton pilem, makan-makan, dan melakukan hal-hal gila.. Hahahaha..

Nah, inti dari post ini adalah (dari tadi panjang lebar ternyata belum masuk inti ya? hehe) saya ingin berbagi cerita mengenai “hari yang aneh” yaitu pada saat lomba.. Lomba itu sendiri berlangsung pada hari Sabtu (7/5/11) kemarin, di Jogja, lokasinya di pelataran museum, sebelah SMA 1 Jogja (tetep gak tau nama lokasi tepatnya)..

Hari Jumat sebelumnya, kami gladi bersih.. Membicarakan pakai kostum apa, naik apa, bernagkat jam berapa, dll.. Diputuskan dresscode atasan & jilbab hitam (padahal saya pengen pake jilbab kuning, huhu) dan bawahan rok batik.. Naik motor, berangkat jam 6 dari rumah saya..

OMG! Jam 6?? You guys would have to waken me up early in the morning.. *biasanya saya bangun after 8, hee..

Benar saja, waktu hari-H, ketika Tiara & Mita tiba di rumah saya, saya baru saja bangun tidur dan belum mandi.. Dan mereka sepertinya sudah faham.. Hihihi.. Disusul Nova yang tiba di rumah saya.. Setelah mandi kilat, sarapan pun datang.. Meskipun mereka bertiga mengaku sudah pada sarapan, tapi semuanya tetep lahap.. (sssst, ada yang nambah sampe 3 kali lho.. Mungkin karena nasi goreng saus tiramnya enak.. ;p)

Bertolak dari rumah jam setengah 8 lewat jalan alternatif, untunglah rada mendung, jadi tidak kepanasan.. Tujuan pertama adalah rumah Elan, karena Elan pulang ke Jogja setelah gladi bersih hari sebelumnya.. Dan kami merasa ‘ditipu’ rumah Elan.. -__-’

Gimana tidak, pertama masuk gang kecil dari Ring Road Jogja.. Kami kira akan segera sampai.. Ternyata gangnya panjaaaang bener (jalan desa, red) mungkin ada 20 menit kami masuk ke dalam gang..

(T) : Gangnya kog gak abis-abis ya Phex? Udah 20 menit lho masuk gang ini..

(N) : Kog ya Bapaknya Elan bisa nemu lokasi rumah di situ ya Tir?

(T) : Ini aku misal ditinggal di sini, gak bisa balik Phex..

(N) : Bisa ah Tir, kan dari masuk gang tadi cuman lurus doank ngikutin jalan..

Setelah itu belok masuk gapura perumahan, kami sudah ‘feeling bad’..

(N) : Perasaanku gak enak Tir..

(T) : Sama Phex, jangan-jangan ini ntar masih masuk-masuk lagi kayak tadi..

(N) : Iya Tir, jangan-jangan ini cuman lewat perumahan orang, trus rumah Elan masih nun jauh masuk desa sebelahnya gitu.. (mulai berpikir bodoh)

Dan….benar saja.. Masuk lagi, masuk lagi, belok sana, belok sini.. Mungkin 10 menit lah..

(N) : Tir, kalo sekarang aku bener-bener gak bisa balik ke jalan utama..

(T) : sama Phex..

Setelah itu, kami berhenti di sebuah rumah (akhirnya).. Rumah itu sedang dibangun.. Kami pikir mungkin kemaren rusak gara-gara letusan Merapi atau gimana gitu.. Kami masuk-masuk ke dalam rumah, mengikuti Nova yang penunjuk jalan..

Daaaaan……ternyata di belakang rumah yang sedang dibangun tadi baru kelihatan “rumah Elan yang sebenarnya”.. -_-’

(T) : ternyata rumah Elan sendiri pun menipu -_-’

(N) : ho’oh.. -_-’

Dirumah Elan, kami latihan lagi (& direkam).. Hmmm, lumayan lah (lumayan ancur maksudnya, hehe).. Selain itu kita juga ngobrol, dengerin lagu, njemur baju (trully happened ^^v), ngemil-ngemil (ada yg nebeng BAB juga lho, kekenyangan katanya, hihihi)..

Next destination : belanja baju @Kisw*h.. Kita emang berani belanja-belanja & jalan-jalan dulu, soalnya sebelumnya sudah di-sms panitia kalau nomor 22 diperkirakan tampil jam 15.15 (kita kontestan terakhir, soalnya gak datang technical meeting siy), lombanya sendiri dimulai jam 8 kalau tidak salah..

Jadilah kita pilih-pilih ini-itu, beli ini-itu.. Tapi saya tidak beli apa-apa soalnya lupa gak bawa uang sepeserpun! Huhuhu.. Gak punya ATM.. Bawa buku tabungan siy, awalnya berniat mau ambil tabungan, tapi baru inget kalau ini hari Sabtu.. Nasib, nasib.. ToT

Milk shake vanilla

Selesai belanja, kami makan siang (ada yg sudah mengeluh lapar lagi lho.. di sisi lain ada yang ngutang karena gak bawa uang.. hahahaha).. Saya pengen minum milk shake vanilla, tapi gak dibolehin karena mo nyanyi.. Huhuhu..

Selesai makan siang pas, Elan ditelpun panitia, katanya disuruh stand by SEKARANG.. Wew! Padahal jalan dari lokasi kami ke lokasi lomba butuh 20an menit.. Untung makannya udah selesai.. Langsung deh kami ‘cabut’ dengan tergesa-gesa..

Next destination : toko kerudung! Salah satu dari kami belum punya kerudung item untuk dipakai.. Belum pakai rok pula.. Jadilah, di toko kerudung itu ada yang “ganti baju kilat”.. Hahahahahaha..

Setelah itu baru benar-benar ke lokasi lomba, parkir motor, dan dengan nafas terengah-engah, diiringi tatapan mata semua orang, plus pembawa acara manambahkan kalimat “yang telah mambuat kita menunggu selama 30 menit” dibelakang kalimat yang menyebutkan bahwa kami kontestan terakhir, finally, kami naik panggung..

Kami tidak sempat cuci muka, pakai bedak, merapikan diri, latihan sebentar, bahkan atur nafas pun tidak sempat.. Padahal dari rumah Elan tadi kami berencana sampai sana mau cuci muka, dll.. Jadilah kami kontestan terakhir yang telat 30 menit dengan muka kucel-kucel-mengkilap-menyilaukan plus koreo yang ancur.. Wkwkwkwk..

Di atas panggung, mendadak lupa semua teks.. Sedikit membuat lega bahwa yang nonton hanya tinggal panitia plus 3 orang juri (hwahahahaha).. Anyway, pertunjukkan berjalan relatif lancar, spontan, dan gila.. Undescribable.. (tapi ada salah satu dari kami yang deg-deg-an-nya ekstra lho.. Kenapa ya? ^^)

Mission’s done. Selanjutnya : going home (setelah sesi poto-poto tentunya :D ).. Perjalanan pulang, Tiara yang di depan (waktu berangkat, saya yang di depan).. Kira-kira bertolak dari lokasi sekitar jam 4 sore..

Di jalan, mampir Ashar di masjid besar depan Prambanan.. Kemudian lanjut perjalanan.. Sampai Delanggu, adzan Maghrib, kami bertanya-tanya apakah masih sempat kalau maghrib di rumah saya? Kami berpikir jika masih sempat.. Oke, lanjut perjalanan..

Kami lewat jalan alternatif.. Uuh, jalannya banyak lubang-lubang besar.. Maklum, jalur truk.. Padahal arah berlawanan (Solo-Jogja) lumayan bagus lho jalannya.. Karena terburu-buru mengejar waktu maghrib & jalan sudah gelap, akhirnya terjadi ‘insiden’..

Motor kami kena lubang yang cukup dalam & lebar.. Sampai sempat oleng, feels like flying lah.. Saya sempat berpikir pasti sejurus kemudian akan jatuh.. Tapi alhamdulillah tidak.. Kemudian kami menepi, dan malah ketawa-ketawa (-_-’).. Rasanya sedikit pusing sesaat setelah ‘dihentak’ oleh lubang.. Tapi alhamdulillah tidak ada yang terluka, cuman telapak tangan saya sedikit memar karena waktu ‘dihentak lubang’ saya pegangan belakang & telapak tangan saya menahan badan biar tidak jatuh (hihihi).. Kami memutuskan berhenti maghrib dulu, di depan kami 20 meter ada masjid..

Jama’ah putri di masjid itu cuma 3 : kami, dan satu lagi ibu-ibu.. Setelah shalat, kami sempat diajak mengobrol oleh ibu-ibu tersebut.. Ditanya rumah dimana, kuliah dimana, jurusan apa, semester berapa, dll.. Setelah itu kami pamit..

Di jalan, saya hendak mengecek sms dari pacar saya (setelah maghrib saya sms pacar saya, update posisi ^0^), saya cari-cari HP di kantong, ternyata tidak ada.. Saya ublek-ublek tas saya, juga tidak ada.. Mulai panik.. Kami menepi & Tiara saya minta miscall nomor saya, tidak ada sesuatu yang bergetar, tapi teleponnya nyambung.. Pasti ketinggalan di masjid!

Kami balik ke masjid tersebut.. Padahal sudah lumayan jauh, mungkin lebih dari 500 meter.. Di jalan, saya masih berusaha menelepon nomor saya, setelah beberapa lama diangkat! Suara ibu-ibu & terdengar bingung.. Dan benar saja, di halaman masjid terlihat ibu-ibu tadi & beberapa Mas-Mas yang salah satunya sedang memegang HP saya dengan bingung.. Alhamdulillah, HP saya tidak jadi hilang.. Salut dah, masih ada orang yang baik seperti ibu-ibu itu, di tengah semakin banyaknya kasus kehilangan barang di masjid..

Akhirnya kami melanjutkan perjalanan dengan tenang & pelan-pelan (karena di depan kami ada bus & sukar untuk didahului -_-’)..

In the end thanks to Elan, Mita, Tiara, Nova (the BALQIS team –> sebenarnya saya mengusulkan nama tim’nya Micumicumogimogi, tapi ditolak mentah mentah -_-’), also to Galih, to Farikha & Partner, and for sure to Allah, it was a wonderful experience in a strange day.. (^_^)

Special thanks to : Masku yg mensupport dari jauh.. ^^

Previous Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.